AGUNG TUTORIAL

Belajar Bordir Wilcom dan Tajima Mesin SWF, VBA Macro Excel, Design Grafis CorelDraws, Video Editing, Download Software-software, Solusi Masalah Error Komputer, Jaringan dan Internet, Analisis Jaringan, Analisis Problem Hardware dan sebagainya

8/15/2018

Panduan Sederhana Penggunaan Mesin Bordir SWF Part 1

Mesin Bordir SWF memiliki banyak jenis dengan jumlah head dan jarum yang berbeda. Namun yang sering saya gunakan adalah Mesin Bordir SWF yang memiliki 18 head dan masing-masing head 9 jarum. Artikel pembuatan design bordir menggunakan Wilcom e2 dan Tajima kurang rasanya kalau tidak ada artikel panduan penggunaan mesin bordir. Dengan mengetahui tata cara penggunaan mesin bordir kita akan mudah mengerti cara mengintegrasikan atau mengaplikasikan design yang kita buat ke dalam sebuah kain.

Namun sekiranya apabila ada yang membaca artikel panduan penggunaan mesin bordir SWF ini diharapkan untuk dapat memberikan koreksi, saran dan masukan agar artikel ini dapat disempurnakan sehingga panduan ini dapat membantu para pembaca dalam membuat hasil bordir yang rapi dan berkualitas. Langkah penggunaan mesin bordir swf ini akan dibagi menjadi 2 yaitu langkah persiapan mesin bordir dan langkah penggunaan program pada monitor mesin bordir.


Adapun langkah-langkah penggunaan mesin bordir swf.

1.  Memasukan benang lubang head jarum yang telah disediakan.
  • Untuk memasukan benang ini peralatan yang dibutuhkan adalah obeng min “-“, untuk mengkendorkan dan mengencangkan jepitan terhadap jarum.
  • Lubang jarum dianjurkan menghadap ke pemasang agar pada saat proses bordir, benang yang digunakan tidak mudah putus karena gesekan antar benang dan jarum. Dengan cara arahkan terlebih dahulu lubang jarum berhadapan dengan kita sebelum diataskan untuk dimasukan ke bagian mesin, setelah itu masukan jarum ke mesin dan tekan ke belakang menggunakan telunjuk sambil dikencangkan baudnya.
  • Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar dan video dibawah ini,


2.   Memasukan benang.

Pengaturan pemasangan benang ini berguna untuk mengurangi risiko mudahnya benang yang terputus saat proses bordir. Benang yang terpasang jangan terlalu kencang maupun terlalu kendor atau yang terpenting pemasangan benang disesuaikan dengan kondisi kulitas benang. Karena jenis benang banyak yang mudah putus, terlalu tebal dan lain-lain. Benang sendiri memiliki banyak merk seperti Takayama, Coats Sylko, Marathon, Orchide Rayon dan lain-lain.  Dimana pada satu merk memiliki beberapa jenis dibedakan oleh kode warna dan bahan benang seperti pada gambar dibawah ini,



Kode warna pada gambar diatas merupakan kode warna untuk warna hitam untuk merk benang orchid yaitu dengab kode warna 1180. Seperti halnya kode warna pantone benang pun memiliki berbagai macam kode warna. Oleh karena itu dalam pemilihan benang harus disesuaikan kebutuhan dan ke cocokan benang dengan kain.



Adapun untuk cara pemasangan benang dapat dilihat pada gambar dan video beikut,








Perhatikan pada gambar disamping ada keterangan:
  • Arah memutar ke kanan untuk pengencangan benang sebaliknya ke kiri untuk melonggarkan benang,
  • Ikuti garis merah pada gambar dan perhatikan berapa kali memutarkan benang pada beberapa pengencang putaran benang.
  • Dianjurkan panjang benang setelah masuk melewati lubang benang jangan terlalu panjang maupun terlalu pendek,
  • Untuk mematikan head dapat dengan merubah tuas tembaga (disebelah kanan lampu) ke arah bawah.


3.   Menggulung benang ke spull dan memasukan spull k mesin bordir

Spule untuk mesin bordir berisi gulungan benang yang akan digunakan sebagai jahitan dibawah kain atau lockstitch atau jeratan kunci terhadap benang bagian atasnya. 
Adapun cara menggulung dapat menggunakan alat pengulung benang spull swift. Perhatikan gambar dan video berikut ini,


Dan perhatikan gambar dibawah ini cara pemasangan spull ke mesin bordir,
.

Catatan: bagian runcing spull mengarah ke kanan secara horizontal dan untaian benang jangan terlalu panjang agar tidak terjadi penumpukan benang pada lubang lokasi tusukan jarum di mesin bordir.

4.   Memasang Kain Keras

Pemasangan kain keras bertujuan untuk membantu pembentukan gambar bordir dimana prosesnya kain keras akan menjaga agar jahitan bordir tidak mengerut sehingga hasil bordir menjadi rapi. Kain keras ini bersifat agak kaku.

Adapun cara pemasangannya kain keras ini disimpan dibawah kain yang akan dibordir perhatikan video berikut ini,






5.   Memasang Kain yang akan dibordir

Dalam pemasangan kain di mesin bordir diperlukan kehatian-hatian. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi hasil bordir.
  • Kondisi kain dimana kain dengan kandungan karet atau kain yang mudah merenggang dan memendek pemasanganya jangan terlalu ditarik apabila kain jenis ini terlalu ditarik nanti hasil bordir akan lebih mnegerut.
  • Kondisi kain yang tipis, pemasangannya cukup merata namun ketebalan bordir benang harus disesuaikan agar kain tidak berlubang atau rusak
  • Kondisi kain yang agak tebal, pemasanganya seseuai standart saja namun ketebalan bordir jangan terlalu tebal karena akan berisiko patahnya jarum.
  • Penggunaan underlay pada design bordirnya bertujuan untuk membantu penguncian benang agar tidak mudah mengerut.
  • Perhatikan arah halusnya kain sesuaikan dengan design bordirnya.


6.   Masalah proses bordir secara mendadak dapat disebabkan,
  • Listrik mati.
  • Benang apakah terputus, masukan benang dan kendorkan benang.
  • Benang pada spull habis biasanya hasil bordiran tidak terkunci sehingga mudah terlepas,
  • Kain terputus karena kondisi benang terlalu kencang, benang yang tipis, dan gesekan antar jarum dan benang.
  • Penumpukan benang spull dan benang atas ada di lubang tusukan jarum, untuk itu bersihkan jarum tumpukan benang pada lubang tusukan jarum di mesin bordir.
  • Benang Spull muncul di permukaan di atas hasil bordir padahal warna benang spull berbeda dengan hasil bordir sehingga hasil bordir terlihat jelek. Hal ini terjadi pada saat mencoba memundurkan proses bordir yang terlalu jauh ke belakang sehingga benang spull tertarik ke atas. Dimana kondisi benang yang dijarum masih saling mengkait dengan benang spull atau masih tersangkut pada benang spull. Oleh karena itu coba mundurkan Bar Switch jangan terlalu jauh jika memungkinan dapat menggunakan float.

Demikianlah panduan sederhana penggunaan mesin bordir part 1 selanjutnya akan membahas cara input file design bordir dari wilcom ke mesin bordir SWF dan pengaturan design bordir pada monitor mesin bordir.

Semoga bermanfaat

Terimakasih telah berkunjung di https://www.agungpanduan.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar