ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00-IDBLANTER.COM
ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00

BLANTERWISDOM105

Membuat Tabel Frekuensi Menggunakan Excel Dengan Mudah

10/31/2019
Penyajian data ke dalam bentuk distribusi frekuensi merupakan salah satu langkah awal yang biasanya dilakukan dalam menganalisis suatu data. Penginterprestasian data biasanya dapat dibuat lebih mudah jika data tersebut disusun dan disederhanakan lebih dulu ke dalam tabel. Salah satunya adalah dengan tabel frekuensi. Distribusi frekuensi merupakan suatu tabel, dimana data yang dikelompokkan ke dalam beberapa interval numerik yang disebut interval kelas (selang kelas). Bentuk tabel ini sangat sederhana karena hanya menyajikan jumlah pengamatan atau frekuensi dalam setiap interval kelas.
Tabel frekuensi merupakan suatu tabel yang menunjukkan sebaran atau distribusi frekuensi data yang kita miliki, yang tersusun atas frekuensi tiap-tiap kelas atau kategori yang telah ditetapkan. Frekuensi tiap kelas/kategori menunjukkan banyaknya pengamatan dalam kelas kategori yang bersangkutan.
Proses penyusunan data ke dalam distribusi frekuensi sangatlah sederhana tetapi cukup membosankan dan menyita waktu jika dillakukan secara manual. Namun kita tidak akan menyusun tabel frekuensi secara manual namun dengan menggunakan Microsoft Excel Tahapan-tahapan yang diperlukan dalam penyusunan distribusi frekuensi dengan kelas yang merupakan selang/interval dilakukan dengan 4 langkah yaitu;

Tabel Frekuensi Excel

Menyusun Tabel

Susunlah tabel sesuai pada gambar di bawah ini untuk mempermudah dalam memahami tata cara membuat tabel frekuensi dengan menggunakan excel.

Penentuan banyaknya selang/interval kelas.

Jumlah interval kelas, apakah nantinya pembuatan tabel tersebut menggunakan bantuan computer atau tidak, kita sendiri yang harus menentukan. Banyaknya interval kelas tergantung pada maksud dan tujuan kita membuat tabel frekuensi tersebut serta banyaknya pengamatan dari variabel yang kita miliki.
Pengamatan yang tidak terlalu banyak tentunya tidak memerlukan interval kelas yang banyak, sebaliknya pengamatan besar memerlukan kelas yang cukup banyak. Namun demikian, agar banyaknya interval kelas yang diperoleh lebih mudah penyesuaian, maka gunakan rumusan sebagai berikut:
k = 1 + 3.3 log (n2/100)
Rumus tersebut merupakan modifikasi dari rumus Sturger, k = 1 + 3.3 log (n).
Untuk menentukan banyaknya kelas nilai yang harus diketahui terlebih dahulu adalah jumlah data klaim asuransi yang terkumpul dengan cara memberikan formula pada cell Banyaknya data yaitu tepat pada cell E7 = COUNT(A2:A51) = 50. Nilai tersebut akan digunakan sebagai nilai n = 50 maka rumus menjadi,
Cell E4 = 1 + (3.3) log 50 = 1 + 6.6 ≈ 7


Penentuan Interval Kelas

Interval dalam kelas atau lebar tergantung pada banyaknya kelas yang dipilih dan kisaran data. Satu hal yang perlu diperhatikan, untuk tidak menyulitkan dalam menginterprestasikan tabel frekuensi, seyogyanya semua interval kelas mempunyai interval dalam kelas atau lebar kelas yang sama.
Penentuan lebar interval kelas dilakukan dengan menentukan terlebih dahulu kisaran (Range) datanya, yaitu selisih antara data pengamatan tertinggi dengan data pengamatan terendah, kemudian membaginya dengan jumlah interval yang diinginkan.
R = Xb - Xk
Dimana: R = range/kisaran
              Xb = data terbesar
              Xk = data terkecil
Selanjutnya, interval dalam kelas yang kita lambangkan dengan I, ditentukan dengan rumus:
I = R / k
Seperti yang diketahui untuk mendapatkan nilai Range dibutuhkan Data Terkecil (Cell E2) dan Data Terbesar (Cell E3). Isikan Cell E2 = MIN(A2:A51) dan Cell E3 = =MAX(A2:A51).
Setelah itu dapatkan nilai Range (Cell E5) = E3-E2 dan Interval Kelas (Cell E6) = E5/E4. Sehingga akan di dapatkan nilai seperti gambar di bawah ini,


Penentuan Nilai Interval Kelas

Setelah kita memperoleh interval kelas pada Cell E6, sekarang kita dapat memasukan nilai pada tabel frekuensi tepatnya di cell G3 hingga H10. Gunakanlah rumus atau formula seperti gambar di bawah ini,


Maka hasilnya akan menjadi,


Penentuan Nilai Frekuensi

Setelah didapat semua data seperti gambar diatas. Maka langkah terakhir adalah menghitung frekuensi masing-masing kelas interval yang telah kita buat. Ini merupakan bagian terpenting dari semuanya karena sedikit rumit dalam penentuan rumusnya di excel sehingga perlu kecermatan dalam memahami apa yang saya sampaikan. Tapi kita coba langkah-langkahnya satu per satu hingga selesai dan mendapatkan frekuensi yang kita cari. Adapun caranya,

Langkah 1

Blok Cell J3 hingga J10. Kenapa yang di blok J3 hingga J10 bukan J3 hingga J9? Hal itu dikarena nilai yang kita peroleh merupakan nilai array yang masih mentah karena ada nilai terkecil yang tidak masuk pada kelas interval pertama.

Langkah 2

Inputkan formula pada Cell J3 = FREQUENCY(A2:A51,G3:G9). Usahakan Cell J3: J10 masih terblok jika masih terblok langkah selanjutnya adalah menekan tombol CTRL + SHIFT + ENTER secara bersamaan.
Penjelasannya A2:A51 merupakan data dari cell A2 hingga A51 sedangkan G3:G9 merupakan Kelas Interval. 


Langkah 3

  • Copykan nilai pada cell J4 hingga J10 ke Cell I3 hingga I 9 lalu tambahkan nilai (1) pada Cell I3.
  • Cek Total jumlah frekuensi yang telah diperoleh karena Total Frekuensi harus sama dengan jumlah data.


Share This :

0 Comments