-->
ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00-IDBLANTER.COM
ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00

BLANTERWISDOM105

Manfaat Internet of Things (IoT) dan Blockchain

11/28/2019
Perkembangan teknologi informasi mendorong perubahan zaman yang semakin maju dan pesat sepertihalnya pemanfaatan penggunaan Internet untuk kegiatan diberbagai bidang dalam melakukan komunikasi dan transaksi. Pada era revolusi industri 4.0, kita mungkin sering mendengar istilah Internet of Things (IoT). Internet of Thing (IoT) adalah sebuah konsep dimana suatu objek yang memiliki kemampuan untuk mentransfer data melalui jaringan tanpa memerlukan interaksi manusia ke manusia atau manusia ke komputer. IoT paling erat hubungannya dengan komunikasi machine-to-machine (M2M) di bidang manufaktur dan listrik, perminyakan, dan gas. Di bawah ini perbandingan penerapan supply chain pada beberapa industry,

Manfaat Internet of Things (IoT)

Menerapkan IoT akan membuat kendala-kendala selama ini akan teratasi seperti:
Tidak efisiennya penggunaan energi
Energi adalah salah satu pengeluaran terbesar untuk perusahaan manufaktur. Dimana terlihat tagihan pada beberapa minggu sebelum akhir siklus penagihan penggunaan energi untuk seluruh pabrik. Tetapi masalahnya adalah, tagihan-tagihan ini hanya merinci konsumsi energi total, dan tidak ada cara untuk menguraikan tagihan untuk lebih mengetahui di mana komponen yang menggunakan energi secara tidak efisien berada.
IoT dapat mengatasi masalah tersebut dengan cara mengumpulkan data penggunaan energi hingga ke tingkat perangkat. Dengan data yang terkumpul tersebut dapat diketahui perangkat yang mana berkinerja buruk. Sehingga perusahaan dapat menindaklanjutinya dengan begitu perusahaan dapat meningkatkan efisiensi.

TIdak Adanya Perawatan Prediktif
Salah satu manfaat terbesar IoT dalam industri manufaktur adalah kemampuan untuk menyelesaikan perawatan secara proaktif. Anda tidak lagi merencanakan jadwal perawatan berdasarkan pada informasi historis, tetapi sebaliknya menerima data secara real-time untuk mengetahui kebutuhan perawatan pada saat yang tepat. Sensor memberikan data yang relevan sehingga Anda dapat mengetahui kebutuhan mesin. Jika bagian tersebut tidak perlu melakukan penggantian atau perbaikan maka sumber daya dapat digunakan di lokasi lain sehingga biaya dapat dihemat.

Sebagai contoh, sensor IoT dapat memonitor suhu peralatan. Jika suhu mulai meningkat, petugas operator mesin dapat diperingatkan tentang situasi dan solusi prediktif dapat diterapkan untuk mencegah potensi masalah.

Kualitas Produk Rendah
Meningkatkan kualitas produk adalah tujuan utama bagi produsen dengan menghasilkan produk yang lebih berkualitas maka akan adanya pengurangan limbah, biaya lebih rendah, peningkatan kepuasan pelanggan dan penjualan yang lebih tinggi. Namun, mencapai tujuan ini tidak selalu mudah. Di sinilah IoT dapat membantu.

Salah satu penyebab utama di balik masalah kualitas produk adalah peralatan yang rusak, atau belum disetting dengan benar, dikalibrasi dengan benar atau belum ada pemeliharaan. Tetapi yang lebih buruk, produsen tidak selalu tahu bahwa peralatan memiliki masalah dan akibatnya kualitas produk mungkin menurun. Hingga mereka mungkin tidak mengetahuinya sampai terlambat.

Menggunakan IoT dapat membantu menghindari jenis masalah yang mahal ini. Dengan menggunakan sensor IoT yang tertanam ke dalam peralatan. Pada saat sensor mendeteksi kerusakan, petugas akan menerima peringatan. Karyawan kemudian dapat menghentikan produksi dan menyelesaikan masalah dengan segera. Akibatnya, penarikan kembali produk yang telah sampai kepada konsumen akan dihindari.

Terjadinya Downtime
Tepat waktu, produksi yang akurat dan berkualitas tinggi adalah inti dari keuntungan. Tanpa produksi yang andal, perusahaan berisiko kehilangan besar. Plus, ketika mesin berhenti bekerja di tengah jalan, produk pada mesin bisa menjadi kerugian total, di samping biaya downtime tradisional.

Keputusan Lebih Cepat, Lebih Banyak Informasi
Manajer tidak pernah berada dalam kegelapan tentang kinerja peralatan dan masalah saat menggunakan teknologi IoT. Mereka mungkin menganggap semuanya berjalan lancar di masa lalu - sampai sesuatu pecah. Tetapi Internet of Things membuka data penting tentang kinerja dan memungkinkan wawasan tersebut mengalir secara bebas kepada mereka yang paling membutuhkannya.

Sekarang manajer dapat mengubah pendekatan reaktif, fokus pada penggantian bagian pada jadwal yang ditetapkan menggunakan data historis, menjadi pendekatan proaktif, di mana stres berkurang, limbah berkurang dan visibilitas meningkat. Sebagai hasilnya, mereka dapat membuat keputusan yang lebih cepat dan lebih terinformasi pada saat yang tepat relevansinya.

Tantangan Internet of Things (IoT)

Internet of things tentu saja hadir bukan tanpa tantangan, berbagai tantangan muncul dikarenakan hadirnya maupun implementasi dari teknologi tersebut.
Keamanan Data
Perangkat Internet of Things (IoT) memiliki sistem keamanan yang masih sangat lemah dan mudah untuk diretas. Data merupakan aset yang sangat penting dalam bisnis. Data dapat diolah yang akan memberikan informasi bermanfaat kepada manusia maupun mesin itu sendiri.

Tentu saja, hal ini mengundang orang-orang untuk berusaha meretas data. Oleh sebab itu, keamanan data menjadi tantagan yang sangat berat di era revolusi industri 4.0.

Biaya
Biaya yang diperlukan dalam pengembangan dan menyiapkan keamanan yang baik sangat memerlukan biaya yang sangat besar dan mahal.

Kerumitan
Penggunaan IoT ini cukup rumit dan sulit untuk dipahami bagi orang-orang awam, sehingga diperlukan berbagai sosialisasi dan penyederhanaan proses IoT ini agar mudah dipahami.

Manfaat Blockchain


Dari tantangan yang telah diuraikan tadi maka diharapkan untuk menciptakan sebuah desain IoT berdasarkan prinsip Keterlacakan, transparan dan terkoneksi.



Saat ini masih banyak perusahaan yang mengandalkan sistem penyimpanan yang terpusat atau yang lebih dikenal dengan server atau klien. Sistem yang terpusat ini membutuhkan biaya infrastruktur yang besar, begitu juga untuk pemeliharaan perangkatnya. Pada akhirnya, model terpusat ini akan membutuhkan ruang data dan makin besar kapasitas informasi yang harus ditangani oleh server.
Centralized dan Decentralized

Semua hambatan dan persoalan itu, dapat dipecahkan jika desentralisasi IoT mampu diwujudkan dengan mengadopsi komunikasi standar jaringn peer-to-peer

Jika jaringan peer-to-peer dapat digunakan, selanjutnya adalah menjawab tantangan hal keamanannya. Satu yang memungkinkan dilakukan untuk menjawab masalah keamanan itu, adalah dengan menggunakan Blockchain.

Menggunakan Blockchain dapat menjadi solusi yang cukup elegan pada jaringan komunikasi p2p. Dengan teknologi ini, memungkinkan menciptakan ledger terdistribusi yang dapat tersebar di node dalam jaringan. Sehingga tidak tersimpan pada server pusat.

Dan untuk mengarahkan pemangku kepentingan IoT untuk mengambil tindakan proaktif dengan mempertimbangkan tantangan pada saat akan menerapkan IoT. 
Share This :

0 Comments